12 Tips Mendapatkan Foto Traveling yang Ciamik di Instagram

Rasa-rasanya, hampir semua orang kini memiliki Instagram.Malah banyak diantara penggunanya sukses menjadi selebgram karena foto-foto yang diunggahnya begitu keren dan mengundang banyak ‘likes’. Mungkin ada sedikit perasaan iri setiap melihat foto-foto travel di Instagram yang keren-keren itu. Padahal, kamu juga memotret sunset yang sama di Bali, pantai berpasir putih yang sama di Pulau Komodo, atau puncak gunung yang sama di Rinjani. Tapi kok, hasilnya nggak bisa sekeren mereka?

Tenang, kamu nggak harus kursus fotografi, menjadi fotografer profesional, atau memberi kamera yang harganya berjuta-juta untuk bisa menghasilkan foto-foto travel yang ciamik. Cukup bermodalkan kamera ponsel dan beberapa trik dari kami ini, niscaya foto-foto travel kamu bakal bikin orang lain sirik.

 

  1. Eksplor berbagai sudut

Seorang travel photographer ternama pernah berujar, “Kalau mau mendapatkan hasil foto yang bagus, jangan pernah takut untuk kotor-kotoran!” Jadi, jika kamu berniat memotret sebuah obyek, cobalah ambil dari berbagai sudut – entah dari bawah/tanah, dari ketinggian, dari kolong jembatan, dari tengah sungai, dan sebagainya. Cobalah mengambil gambar dari spot-spot yang banyak orang menghindarinya.

 

  1. Kenali ponselmu

Tak peduli apa merek ponselmu, pelajari dulu fitur kamera bawaan yang terdapat di dalamnya. Cari tahu kekuatan dan kelemahannya – misalnya apakah kamera ponsel tersebut bagus untuk low-light, makro, dan sebagainya. Sedikit trik dalam menggunakan kamera ponsel: aktifkan fungsi HDR saat mengambil obyek dalam kondisi cahaya terlalu terang atau sangat gelap. Coba gunakan kilat (flash) saat memotret orang di siang hari supaya wajah mereka tidak kelewat gelap.

 

  1. Jangan takut menggunakan aplikasi penunjang

Kalau performa kamera ponselmu dirasa kurang mumpuni, persenjatailah ponselmu dengan aplikasi-aplikasi penunjang kinerja kamera supaya bisa menghasilkan foto berkualitas. Boleh percaya atau tidak, hampir semua fotografer profesional ataupun traveler yang foto Instagramnya kece-kece setidaknya mengedit foto tersebut terlebih dahulu sebelum diunggah. Ada banyak sekali opsi aplikasi penyunting foto yang tersedia, diantaranya adalah PS Express dan Snapseed.

 

  1. Manfaatkan fitur fokus

Photo Credit: TapSmart

Sebagian besar smartphones yang beredar saat ini memungkinkan kamu untuk menyentuh layar untuk memilih fokus untuk difoto. Fitur ini amat bermanfaat kalau kamu ingin meningkatkan dimensi atau kedalaman pada hasil foto. Semakin dekat jarak dengan obyek foto, semakin tinggi pula kedalaman gambar yang dihasilkan menggunakan fitur focus, sehingga background akan terlihat lebih blur dan titik fokus tetap tajam.

 

  1. Pencahayaan adalah koentji

Waktu terbaik untuk mengambil foto adalah di pagi hari sebelum jam sembilan atau sore hari di atas jam tiga agar kamu mendapatkan pencahayaan yang lebih lembut dan tidak terlalu berlebihan. Memotret di waktu-waktu tersebut juga memungkinkan kamu untuk menciptakan foto siluet yang kreatif.

 

  1. Manfaatkan elemen alam

Arak-arakan awan, burung, dan sinar matahari adalah elemen-elemen alam yang biasanya membuat hasil foto travel terlihat lebih dramatis. Bagaimana dengan hujan? Eits, jangan salah… hujan juga bisa membuat hasil foto lebih keren lho. Cobalah keluar setelah hujan reda, dan ambil foto di mana ada genangan bekas air hujan. Pantulan obyek yang terdapat di genangan tersebut justru bisa bikin foto kamu tambah kece!

 

  1. Pemilihan waktu

Seperti halnya memotret dengan kamera DSLR ataupun mirrorless, hal yang perlu diperhatikan agar bisa mendapat hasil foto yang bagus menggunakan kamera ponsel adalah kualitas pencahayaan. Untuk menghasilkan foto pemandangan dan lanskap yang dramatis, cobalah mengambil foto saat posisi matahari berada di bawah cakrawala – misalnya pagi sekali atau saat senja. Jika posisi matahari sedang berada tinggi di atas (antara jam 11.00 sampai 14.00), sebaiknya manfaatkan waktu untuk memotret obyek di dalam ruangan (museum, café, pasar, restoran, dan sebagainya), seperti obyek dekat jendela, interior, orang, makanan, dan lain-lain.

 

  1. Berani menangkap bentuk

Temukan bentuk-bentuk unik dalam obyek yang akan kamu foto, seperti garis, lengkungan, geometri, perspektif, dan lain-lain. Dijamin, hasil fotonya bakal luar biasa.

 

  1. Terapkan konsep komposisi rule of thirds

Photo Credit: shiftdelete.net

Ini adalah teknik dasar fotografi yang penting untuk dipahami. Aturan komposisi ini menjadi pondasi bagi keseimbangan elemen foto sehingga secara keseluruhan foto tampak lebih enak dilihat. Untungnya di ponsel ada fitur grid untuk memudahkanmu. Pada rules of thirds, bidang foto dibagi menjadi tiga bagian sama besar baik secara vertikal maupun horisontal sehingga kamu memiliki 9 area yang sama besar. Nah, teori komposisi rules of thirds mengatakan bahwa kalau kita menempatkan “point of interest” alias bagian paling menarik dari sebuah foto di salah satu titik pertemuan 9 area tersebut, maka secara keseluruhan foto akan menjadi lebih balance dan enak dilihat.

 

  1. Gunakan perspektif

Saat mengambil gambar lanskap atau pemandangan, temukan obyek lain yang bisa menjadi pelengkap dan berfungsi menunjukkan skala dari lanskap yang sedang kamu foto. Misalnya, daripada memotret sebuah teluk yang kosong, akan lebih keren jika ada sebuah boat di situ sehingga orang yang melihat hasil foto bisa terbayang betapa luas (atau kecil) teluk tersebut.

 

  1. Selalu bersihkan lensa

Photo Credit: Next Geekers

Banyak orang yang nggak sadar kalau ponsel yang biasa diletakkan di atas meja, dalam kantong celana, atau tas kerap mengundang debu dan kotoran – termasuk pada bagian lensa. Oleh karena itu supaya hasil foto kamu tajam dan jernih, pastikan untuk membersihkan lensa kamera ponsel dengan kain lembut atau tisu.

 

  1. Hindari memakai filter bawaan Instagram

Photo Credit: TNW

Ya, kamu nggak salah baca. Meskipun foto tersebut akan kamu unggah di Instagram, akan lebih baik kalau kamu mengedit sendiri foto tersebut dengan mengatur brightness dan saturasi daripada menggunakan filter ‘siap saji’. Lagipula, filter-filter tersebut bukannya membuat foto terlihat alami, dan malah sebaliknya. Palsu.

Leave a Reply