15 Gereja dengan Arsitektur Paling Indah dan Unik di Indonesia

Dalam rangka menyambut suasana Natal yang akan jatuh tidak lama lagi, kali ini kami akan mengajak kamu semua jalan-jalan ke berbagai gereja di Indonesia yang memiliki desain yang tak hanya indah, namun juga unik.

Bahkan tak jarang karena keindahan serta keunikannya tersebut, gereja-gereja ini tak hanya ramai dikunjungi oleh para jemaat saja, namun juga oleh para wisatawan yang hendak mengagumi karya arsitektur tersebut.

 

  1. Gereja Katedral, Jakarta

Alamat: Jl. Katedral No.7B, Jakarta Pusat

Photo Credit: @made_in_new_zealand

Walau sudah berusia lebih dari 100 tahun, bangunan berasitektur neo-gothic khas Eropa ini tetap kokoh, terawat, dan cantik. Di sana, kamu akan melihat keindahan 3 menara, yaitu Menara Benteng Daud (Fort of David) yang letaknya di sebelah utara, Menara Gading (Tower of Ivory) yang letaknya di sebelah selatan dan hingga kini masih memiliki jam yang masih berfungsi, serta menara berbentuk salib yang disebut Menara Malaikat Tuhan (The Angelus Dei Tower).

 

  1. Katedral Santa Maria, Bogor

Alamat: Jl. Kapten Muslihat No.22, Bogor

Photo Credit: @aguspurnamasugiri

Sejarah bangunan Gereja Katedral ini bermula 15 tahun sebelum 1896, ketika seorang tokoh Katolik Belanda yang tinggal di Bogor, Mgr. A.C. Claessens membeli tanah cukup luas di jalan yang kala itu masih bernama Bantammerweg. Di atas lahan tersebut, Claessens mendirikan sebuah rumah peristirahatan yang kemudian juga menjadi tempat pelaksanaan Misa Kudus bagi para warga Belanda penganut Katolik dari Batavia (Jakarta) yang sedang berkunjung ke Bogor. Namun gereja itu baru mulai dibangun oleh MYD Claessens satu tahun setelah AC Claessens wafat pada 1895.

 

  1. Gereja Merah, Kediri

Alamat: Mojoroto, Kediri, Jawa Timur

Photo Credit: @aldoalridof

Dari catatan prasasti, Gereja Merah diresmikan, pada 21 Desember 1904. Nama Gereja Merah sendiri mulai digunakan, sejak sekitar tahun 1996 silam. Bermula dari seorang pendeta kala itu memutuskan  merubah warna gereja dari putih gading menjadi warna merah. Hingga kini warna tersebut dipertahankan, sebagai ciri khas gereja yang kini masuk dalam bangunan cagar budaya. Di gereja ini pula masih tersimpan rapi kitab injil kuno yang telah berusia hampir satu setengah abad!

 

  1. Gereja Blenduk, Semarang

Alamat: Jl. Letjend. Suprapto No.32, Semarang, Jawa Tengah

Photo Credit: @vianokta

Gereja Kristen tertua di Jawa Tengah yang dibangun oleh masyarakat Belanda yang tinggal di kota itu pada 1753. Arsitektur Gereja Blenduk merupakan Pseudo Baroque, sebuah gaya arsitektur yang berkembang di Eropa sekitar abad XVII-XIX M. Denahnya berbentuk segi delapan beraturan dan atap berbentuk kubah. Atap kubah Gereja Blenduk serupa dengan atap bangunan St. Paul’s (1675-1710) yang merupakan karya Sir Christopher Wren.

 

  1. Gereja Hati Kudus Yesus, Malang

Alamat: Jl. MGR Sugiyopranoto No.2, Malang, Jawa Timur

Photo Credit: @tjindrakusuma

Seni bangunan yang ada di gereja yang juga dikenal dengan nama Gereja Kayu Tangan ini menunjukkan ciri khas bangunan abad pertengahan abad 19. Ini terlihat dari struktur gedung yang tinggi. Model struktur tersebut memiliki kerangka kokoh pada dinging dan atap yang berfungsi sebagai penutup. Tapi siapa sangka, rupanya ciri khas gothik dengan lengkungan meruncing pada Gereja Kayu Tangan juga dipengaruhi unsur seni arsitektur Islami.

 

  1. Gereja Maria Annai Velangkanni, Medan

Alamat: Jl. Sakura III No. 7, Perumahan Taman Sakura Indah, Medan, Sumatera Utara

Photo Credit: @jieatmaja

Mungkin kamu menyangka ini adalah sebuah kuil atau pun vihara. Namun kenyataannya, tempat ini adalah sebuah Gereja Katolik. Nah, di sinilah letak keunikan itu, tidak seperti sebuah gereja pada umumnya, gereja ini dibangun menyerupai bentuk kuil Hindu. Didesain oleh Pastor James Bharataputra S.J. gereja yang dibangun pada September 2001 ini menggunakan arsitektur Indo-Mogul.

 

  1. Gereja Pohsarang, Kediri

Alamat: Desa Puhsarang, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur

Photo Credit: @pratidinadinar

Sekilas bangunan gereja di Pohsarang mirip dengan perahu yang menempel pada sebuah bangunan mirip gunung. Bangunan yang mirip gunung ini melambangkan atau menggambarkan Gunung Ararat di mana dulu perahu Nabi Nuh terdampar setelah terjadi air bah. Uniknya, hampir seluruh bagian gereja ini dibangun menggunakan batu bulat yang berasal dari Sungai Kedak yang terletak tak jauh dari Gereja. Di tembok luar gereja ini terdapat relief jalan salib sebanyak 14 panel dan terbuat dari terakota atau bata merah.

 

  1. Katedral Ruteng, NTT

Alamat: Jl. Pelita, Ruteng, NTT

Photo Credit: @v_johni

Bangunan gereja berarsitektur Eropa ini berada di lereng Gunung Ranaka, Manggarai Timur, NTT, yang berhawa sejuk. Selain pemandangan alam dan kemegahan bangunannya, ada beberapa bagian menarik di lingkungan paroki katedral ini. Salah satunya adalah patung Santa Maria Assumpta di atas anak tangga terakhir menuju halaman gedung gereja. Patung inilah yang menjelaskan nama resmi bangunan ini, yaitu Gereja  Santa Maria Assumpta – Santo Yosef.

 

  1. Gereja Palasari, Bali

Alamat: Jl. Palasari No 2, Jembrana, Bali

Photo Credit: @gigih_wicaksana

Arsitektur Gereja Palasari sangat kental akan unsur Bali yang dipadukan dengan gaya arsitektur gothic. Lihat saja sepasang gapura yang terdapat di bagian atas anak tangga yang biasanya hanya dijumpai di rumah-rumah ibadah agama Hindu. Walaupun Gereja Palasari ini berusia sangat tua, namun kondisi dan keadaan dalam gedung, masih sangat kokoh dan tetap terlihat modern. Itulah sebabnya Gereja Palasari juga populer di kalangan wisatawan yang berkunjung di Pulau Dewata.

 

  1. Gereja Santo Mikael, Bali

Alamat: Jl. Camplung Tanduk No.66, Seminyak

Photo Credit: @lauren.owen91

Gereja ini terkenal akan arsitektur gothic-nya, dengan dominasi nuansa warna putih dan biru yang mencerminkan kesucian serta kedamaian. Dan yang membuatnya tambah istimewa, di gereja ini kamu bisa menjumpai sebuah mahakarya berupa ornamen kaca patri berusia seabad yang didatangkan langsung dari Inggris.

 

  1. Gereja Santo Fransiskus Asisi Berastagi, Sumatera Utara

Alamat: Jl. Jamin Ginting, Berastagi, Sumatera Utara

Photo Credit: @tiahetwisari

Kalau nggak ada tulisan ‘gereja’-nya mungkin kamu mengira bangunan ini adalah sebuah rumah adat suku Batak. Wajar saja, karena memang desainnya terinspirasi dari rumah adat Karo yang kokoh, unik sekaligus artistik. Konon, alasan di balik pemilihan arsitektur tersebut adalah untuk turut melestarikan nilai luhur Karo (salah satunya arsitektur) khas Karo yang sudah mulai dilupakan, terbukti makin sedikit rumah hunian dengan gaya karo.

 

  1. Gereja St. Michael Pangururan, Samosir, Sumatera Utara

Alamat: Jl. Putri Lopian, Pardomuan I, Pangururan, Samosir, Sumatera Utara

Ini adalah Gereja Katolik dengan sentuhan budaya lokal, yakni Batak Toba. Bangunannya berbentuk solu (perahu) yang merupakan ciri khas rumah adat Batak Toba. Namun bila kita masuk ke dalamnya akan terlihat ornamen-ornamen gerejawi yang menghiasinya. Gereja ini terletak tepat di pesisir Danau Toba dan berhadap-hadapan langsung dengan danau serta pebukitan.

 

  1. Gereja St. Laurentius, Tangerang

Alamat: Jl. Sutera Utama no. 2, Alam Sutera, Serpong, Kota Tangerang

Photo Credit: @riccosufianto

Arsitektur gereja ini merupakan perpaduan gaya Gotik dan Barok. Dari depan, gedung utamanya mirip dengan Katedral Jakarta. Di bagian atap belakang terdapat kubah yang dipasang salib di atasnya. Gereja Laurentius adalah satu-satunya gereja di Keuskupan Agung Jakarta yang berkubah. Tak hanya indah dilihat dari luar, bagian dalam rumah ibadah inipun tampak begitu megah dan menakjubkan layaknya gereja-gereja di Eropa.

 

  1. Gereja Reinha Rosari, NTT

Alamat: JL. Pastoran Katolik, Lokea, Larantuka, NTT

Photo Credit: @agungriberu

Pada saat pertama diresmikan pada tahun 1862, gereja ini hanya berdindingkan anyaman bambu dan atap dari rumput ilalang. Setelah terbakar tahun 1901, bangunan gereja yang berdinding batu bata seperti sekarang baru selesai pada tahun 1909.  Gereja Katedral Reinha Rosari memiliki arsitektur bergaya Portugis dengan menara-menara berbentuk kerucut dan memiliki gedung sayap kiri dan kanan layaknya sebuah kastil.

 

  1. Gereja Regina Caeli, Jakarta

Alamat: Jl. Mediterania Boulevard, No.1, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara

Photo Credit: Gema Eklesia

Dibandingkan dengan gereja-gereja lain di daftar ini, Gereja Regina Caeli merupakan satu-satunya yang berarsitektur modern. Bila dipandang dari jauh, Gereja Regina Caeli nampak seperti kapal yang sedang berlayar menuju suatu pelabuhan dengan nahkodanya adalah salib Yesus. Walaupun material yang digunakan sederhana, gereja ini ramah lingkungan dan bahkan menyatu dengan sejuknya hutan bakau yang terbentang di pinggir pantai.

 

 

Leave a Reply