Kuliner Ramadan yang Paling Dicari

HeaderHeader: flickr.com

Memang tidak ada yang bisa menggantikan suasana saat Ramadan. Ramai-ramai tarawih di masjid, bangun pagi-pagi buta untuk sahur, dan tentunya berbuka puasa bersama teman-teman atau keluarga. Aspek kuliner pun turut mengalami penyesuaian. Rasanya tidak sah menjalani Ramadan tanpa berbuka puasa dengan kuliner-kuliner tersebut. Bahkan meskipun bisa ditemukan di luar waktu Ramadan, kuliner-kuliner berikut ini masih dinanti-nanti di meja makan ketika adzan Maghrib berkumandang.

Kurma

1. Kurma

Photo Credit: reps-id.com

Bulan Ramadan sangat identik dengan kurma. Sejak beberapa hari sebelum Ramadan, supermarket-supermarket biasanya akan dipenuhi dengan berbagai jenis kurma. Saat berbuka puasa, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi tiga butir kurma. Karena mengandung kadar gula alami yang cukup tinggi, kurma dapat membantu mengaktifkan kembali metabolisme tubuh Anda setelah seharian berpuasa. Buah yang konon berasal dari bantaran Sungai Nil ini memiliki manfaat yang cukup banyak, beberapa di antaranya adalah menjaga kesehatan tulang dan gigi, mengurangi reaksi alergi, mengatasi anemia, mencegah stroke dan jantung koroner, melancarkan buang air, serta menjaga kesehatan mata.

Kolak

2. Kolak

Photo Credit: 1001-info.com

Hingga kini, belum diketahui dari mana kolak berasal, namun yang paling terkenal adalah kolak Bandung. Kolak memiliki bahan dasar pisang atau ubi jalar yang direbus dengan santan dan gula aren. Menariknya, ternyata kolak sudah eksis sejak zaman penyebaran agama Islam di Indonesia dulu. Seiring dengan berjalannya waktu, kolak pun jadi salah satu kuliner yang paling dicari saat Ramadan. Selain pisang atau ubi jalar, Anda juga bisa memasukkan komponen lain seperti kolang-kaling atau labu kuning. Mau disajikan dingin atau hangat, kolak memang tidak ada duanya!

Gorengan

3. Gorengan

Photo Credit: majalahkesehatan.com

Kuliner satu ini sebenarnya tidak hanya ada saat puasa. Sehari-hari pun Anda bisa dengan mudah menemukan berbagai gerobak penjual gorengan di ruas-ruas jalan. Jenis gorengan bermacam-macam, biasanya yang paling sering dijual adalah tahu, tempe, bakwan, pisang, dan ubi. Beberapa bahkan ada yang menggunakan nanas dan nangka juga. Bahan-bahan tersebut dicampur dengan adonan tepung terigu lalu digoreng hingga kulitnya kering. Agar semakin nikmat, orang-orang biasanya memakan gorengan dengan cabai rawit atau bumbu kacang. Cocok juga untuk hidangan takjil, apalagi jika masih hangat.

 Cendol

Ah Soon fried oyster promotion at Penang One Restaurant in  Bandar Puteri Puchong.
Ah Soon fried oyster promotion at Penang One Restaurant in Bandar Puteri Puchong.

Photo Credit: pegipegi.com

Berasal dari Jawa Barat, cendol adalah minuman yang terbuat dari tepung beras dan disajikan dengan gula merah serta santan. Pembuatan cendol dilakukan dengan cara mengayak kukusan tepung beras yang telah diwarnai daun suji. Ayakannya berbentuk cenderung lonjong dengan ujungnya yang terbuat dari anyaman bambu. Agar makin segar, Anda juga bisa mencampur cendol dengan es batu atau es serut. Dalam Bahasa Sunda, kata cendol merujuk pada kata “jendol” yang berarti muncul. Ketika menikmati cendol, memang ada butiran yang muncul pada mulut seperti agar-agar. Di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, cendol lebih akrab disebut dengan dawet.

Kolang-Kaling

5. Kolang-Kaling

Photo Credit: ukhtiindonesia.com

Kolang-kaling berasal dari biji pohon aren yang berbentuk pipih dan menghasilkan getah. Bentuk kolang-kaling pun juga pipih, lonjong, dan memiliki warna transparan. Selain memiliki kadar air yang tinggi, kolang-kaling juga mengandung protein, karbohidrat, dan serat kasar. Karenanya, memakan kolang-kaling mampu membantu memperlancar percenaan dalam tubuh. Sebelum mengolah kolang-kaling, Anda harus terlebih dahulu merebusnya. Biasanya, kolang-kaling diolah dengan campuran sirup dan air untuk menyegarkan diri setelah seharian berpuasa.

Cincau

6. Cincau

Photo Credit: kulinologi.co.id

Pada dasarnya, cincau juga bisa disebut sebagai agar-agar. Hanya saja, cincau terbuat dari dedaunan. Uniknya, cincau sebernarnya merupakan kuliner akulturasi dari Tiongkok (xiancao atau sienchau), yang menjadi nama dari tumbuhan Mesona. Tidak hanya lezat, cincau juga memiliki berbagai khasiat bagi tubuh. Kandungan zat anti protozoa, tetandine, dan alkaloid yang ada di dalamnya mampu berfungsi sebagai anti malaria, obat panas, demam, vertigo, hipertensi, dan maag. Cincau dapat diolah dalam berbagai jenis, bisa dicampur dengan gula merah dan santan, sirup, hingga menjadi salah satu isi untuk es campur.

Membahas makanan begini ternyata bisa membuat perut terasa lapar, ya. Sabar, waktu berbuka puasa sudah tidak lama lagi. Daripada sibuk membayangkan segarnya es cendol atau gurihnya gorengan, lebih baik Anda segera bergegas untuk mencari kuliner-kuliner Ramadan di atas. Hitung-hitung sekalian ngabuburit, kan?

Leave a Reply