10 Film Johnny Depp Paling Ikonik

Karakter Kapten Jack Sparrow di film Pirates of the Caribbean sepertinya terlalu melekat dengan sosok sang aktor, Johnny Depp. Selain karakter di film itu, ZEN mengumpulkan beberapa film mantan suami aktris Amber Heard tersebut yang paling tenar. Mana film Johnny Depp yang paling ikonik menurut kamu?

Finding Neverland (2004)

Photo source: @mrsunshiemoviederby

Di sini, Johnny Depp berperan sebagai Sir James Matthew yang berduet dengan Kate Winslet sebagai Sylvia Liewelyn. Film ini akan menunjukkan bagaimana Sir James Matthew yang sangat tergila-gila dengan fantasi yang akhirnya terinspirasi sebelum membuat Peter Pan.

Arizona Dream (1991)

Photo source: @karisinema

Film yang dibintangi Johnny Depp muda ini bercerita tentang seorang pemuda yang terobsesi berkeliling dunia dan melihat eskimo. Film indie comedy ini termasuk yang membuat nama Johnny Depp terkenal di dunia perfilman.

Sweeny Todd: The Demon Barber of Fleet Street (2007)

Photo source: @a.little.bit.of_everything

Dengan sentuhan klasik, film Sweeny Tood ini mendapat sambutan yang sangat meriah. Di sini Johnny Depp berperan sebagai Benjamin Barker, seorang tukang cukur gila yang membunuh semua pelanggannya hanya dengan pisau cukur.

Donnie Brasco (1997)

Photo source: @cinema_dream

Di sini Johnny Depp berperan sebagai agen FBI yang menyamar untuk menangkap gembong mafia terkenal di Amerika Serikat. Bermain dengan Al Pacino, Johnny Depp menjadi seorang yang sangat cool dengan kumis tipis ala mafia terkenal dunia.

What’s Eating Gilbert Grape (1993)

Photo source: @inlovewithdepp

Mungkin ini adalah karakter pertama Johnny Depp dengan rambut panjang dan berkarisma. Film What’s Eating Gilbert Grape adalah drama yang menceritakan Gilbert Grape (Johnny Depp) yang bertahan hidup demi keluarganya yang sedikit aneh.

Edward Scissorhands (1990)

Photo source: @johhnydepplove_

Tahun 1990, Johnny Depp berperan sebagai Edward Scissorhands – karakter ciptaan ilmuwan aneh yang mempunyai tangan berbentuk gunting. Ini mungkin jadi film pertama Johnny Depp dengan peran yang sangat quirky dan juga dialog yang ikonik. Lewat film ini juga kisah cintanya dengan aktris cantik Winona Ryder makin disorot para pemburu berita.

Pirates of the Caribbean Series

Photo source: @thestuntrunt

Pertama kali keluar pada tahun 2003, film Pirates of the Caribbean langsung menjadi film box office. Karakter Johnny Depp yang berperan sebagai Jack Sparrow, bajak laut “gila” yang doyan mabuk dan selalu beruntung ini menjadi sangat terkenal. Sudah ada lima seri film Pirates of the Caribbean, termasuk yang sedang tayang sejak akhir Mei 2017, Dead Men Tell No Tales.

Ed Wood (1994)

Photo source: @johnny_depp_angel

Sebuah film biografi komedi dari sutradara kondang Ed Wood, Johnny Deep sangat sempurna memerankan Ed Wood. Sutradara yang nyentrik dengan gaya yang khas membuat Ed tidak hanya terkenal akan filmnya, tetapi juga gaya penyutradaraannya yang, uhm, tidak biasa.

Alice in Wonderland (2010)

Photo source: @thatlinzegirl

Johnny Depp lagi-lagi berkolaborasi dengan Tim Burton, kali ini Depp menjadi Tarrant Hightopp teman sekaligus pengikut Alice. Tim Burton mengatakan Depp sangat berusaha keras untuk menjadi orang aneh sekaligus menjadi orang baik. Film ini sukses mendapatkan keuntungan mencapai 1 miliar dolar.

Charlie and the Chocolate Factory (2005)

Photo Source: @burton_lover_

Bersama Tim burton, Johnny Depp berperan sebagai Willy Wonka pemilik pabrik cokelat yang ikut berkompetisi cokelat. Di sini Johnny Depp harus melepaskan peran aneh dan cool yang mesti dia perankan di film lain. Depp berubah menjadi seorang yang ramah dan terhadap anak-anak.

 

4 Hotel Murah di Bandung Dekat Factory Outlet

Bandung adalah surganya factory outlet – tersebar di sepanjang Jalan R.E. Martadinata (Riau), Ir. H. Djuanda (Dago), hingga Setiabudi. Dan empat hotel murah nan nyaman di Bandung ini bakal bikin acara belanja kamu makin asyik karena letaknya yang tak jauh dari factory outlet. Simak!

ZEN Rooms Cipedes Tengah, Rp 105ribuan

ZEN Rooms Cipedes Tengah - 1

Alamat: Cipedes Tengah, Bandung 40163

Berlokasi di daerah Cipedes Tengah membuat hotel ini dekat dengan Rumah Mode (3 km), Rainbow Factory Outlet (2 km), dan Elizabeth Factory Outlet (3 km). Hotel ini juga hanya berjarak 5 km dari Bandara Internasional Husein Sastranegara atau membutuhkan waktu ±24 menit menuju dan dari bandara tersebut. Strategis ya.

ZEN Rooms Riau Natuna, Rp 415ribuan

ZEN Rooms Riau Natuna - 1

Alamat: Jl. Natuna No. 16, Bandung 40112

Factory outlet terkenal di Bandung lainnya adalah The Secret, Lily n’ Rose, dan Heritage, yang berada di daerah Riau atau Jalan R. E. Martadinata. Untuk mencapai ke sana, kamu hanya perlu menempuh jarak 2 km atau 10 menit menggunakan kendaraan bermotor dari ZEN Rooms Riau Natuna. Bahkan kamu bisa menempuhnya hanya dengan berjalan kaki. Hitung-hitung olahraga!

ZEN Rooms Mundinglaya Dago, Rp 400ribuan

ZEN Rooms Mundinglaya Dago - 1

Alamat: Mundinglaya Cikapayang, Bandung 40132

Memilih ZEN Rooms Mundinglaya Dago untuk tempat stay selama di Bandung adalah pilihan tepat. Selain karena posisinya yang terletak di pusat kota, Zen Rooms yang satu ini juga dekat dengan Merdeka Arcade Factory Outlet (2 km, ±9 menit berkendara) dan Brandstore Factory Outlet di pusat belanja Balubur Town Square (Baltos) – hanya 200 m dari hotel. Oh ya, harga Rp400 ribuan tadi sudah termasuk sarapan pagi, lho!

ZEN Rooms Dago, Rp 534ribuan

ZEN Rooms Dago - 1

Alamat: Jl. Ir. H. Djuanda No. 90, Bandung 40132

Tahu jenis factory outlet mana yang mau kamu tuju selama di Bandung bisa bikin agenda belanja tidak keluar jalur. Misalnya Seximo dan Donatello yang sama-sama terletak di Dago. Tapi Seximo lebih menjual baju pesta atau baju semi-formal, sedangkan House of Donatello khusus menjual produk kulit merek lokal. Begitu juga Blossom dan Level Factory Outlet yang juga masih terletak di Dago. Nah, untuk tempat menginap, kamu bisa memilih ZEN Rooms Dago yang terletak tidak jauh dari factory outlet tadi. Hotel ini hanya berjarak ±2 km dari semua factory outlet di area Dago dan hanya butuh sekitar 10 menit berkendara untuk sampai.

10 Plus-Size Model Paling Terkenal dan Seksi

Kendal Jenner, Gigi Hadid, Gisele Bündchen, atau model internasional lainnya yang biasa sliweran di panggung catwalk cenderung memiliki tubuh kurus dan ramping. Tapi sekarang banyak lho model bertubuh tambun yang sukses di dunia fashion dan menginspirasi banyak orang dengan kepribadian dan karier mereka yang sukses. Berikut 10 plus-size model paling sukses, terkenal, dan seksi yang perlu Anda tahu!

Katya Zharkova

Photo source: @katyazharkova

Katya Zharkova adalah model plus-size dari Belarus, Russia. Dengan tinggi badan 178 cm dan berukuran 14 dalam US size, Katya berhasil menarik perhatian dengan bentuk tubuhnya yang berbeda dengan rata-rata model biasanya. Katya Zharkova adalah model plus-size pertama yang muncul di majalah Cosmopolitan Russia.

Louise O’Reilly

Photo source: @stylemecurvy

Siapa sangka model plus-size yang paling terkenal di Irlandia ini sempat diejek oleh teman-temannya semasa ia masih kecil? Kendati demikian, O’Reilly telah bangkit dari masa sulitnya dan berhasil menandatangi kontrak dengan delapan fashion agency di seluruh dunia. Saat ini, Louise O’Reilly berperan sebagai juru bicara dan role model bagi para wanita di seluruh dunia.

Precious Lee

Photo source: @preciousleexoxo

Model plus-size satu ini juga mengukir banyak prestasi. Precious Lee adalah model Sports Illustrated Swimsuit Issue pertama yang berukuran lebih dan berkulit hitam. Dari sinilah kemudian karier modelnya meroket. Tidak lama setelah itu, ia juga menjadi model berkulit hitam pertama yang muncul pada majalah Vogue dan tampak elegan ketika membintangi iklan hitam-putih Lane Bryant.

Denise Bidot

Photo source: @denisebidot

Denise Bidot sebenarnya mengawali kariernya di dunia seni peran dan makeup. Namun suatu kali pada set Tyra Banks’s show, ia diminta oleh seorang fotografer untuk masuk dalam lensa kamera. Sejak saat itulah karier di dunia modeling-nya mulai menanjak. Saat ini, Denise Bidot telah menjadi bintang iklan merek fashion terkenal di dunia, seperti: Forever 21, Old Navy dan Lane Bryant.

Ashley Graham

Photo source: @theashleygraham

Ashley Graham membuat kejutan di dunia model ketika Ia berhasil tampil memesona di Sports Illustrated Swimsuit Cover dan tampil memesona. Perhatian dunia tertuju pada dirinya karena ia merupakan plus-size model pertama yang menghiasi sampul majalah tersebut. Ashley saat ini terikat kontrak dengan Ford agency dan membuatnya sering muncul di majalah-majalah terkenal di dunia.

Tess Holliday

Photo source: @tessholliday

Tess Munster, yang lebih dikenal dengan nama Tess Holliday, adalah plus-size model terbesar yang pernah dikontrak oleh model agency terkenal, Milk Model Management. Setelah sebelumnya mengalami banyak penolakan karena tubuhnya yang terlalu pendek dan besar, Tess Holliday berubah menjadi wanita bersinar yang percaya diri dengan ukuran tubuhnya.

Tara Lynn

Photo source: @taralynn

Tara Lynn adalah model asal Seattle, Washington, dan menjadi model plus-size ketiga yang berhasil tampil full body mengenakan pakaian dalam pada Vogue Italia. Karier modelnya semakin meningkat ketika dirinya berkolaborasi dengan Elle France dan majalah V. Fyi, sebelum mencapai posisinya sekarang, Tara sempat toko kelontong dan restoran cepat saji.

Candice Huffine

Photo source: @candicehuffine

Candice Huffine merupakan model plus-size pertama yang tampil pada kalender Pirelli tahun 2015 dan sudah dua kali menjadi sampul majalah Vogue Italia. Dalam perjalanan kariernya, Ia pernah menolak untuk menurukkan berat badannya sebanyak 15 pi jika dirinya mau dikontrak oleh salah satu model agency. Candice selalu merasa bangga akan bentuk tubuh dirinya.

Nadia Aboulhosn

Photo source: @nadiaaboulhosn

Nadia adalah seorang fashion blogger and model plus-size dari Miami. Selain dua pekerjaan tersebut, Nadia juga disibukkan dengan pekerjaannya sebagai pengusaha dan desainer fashion. Karena bentuk tubuhnya yang indah, Nadia Aboulhosn sering dijuluki “The New Kim Kardashian” oleh publik.

Philomena Kwao

Photo source: @philomenakwao

Tidak hanya berprofesi sebagai model plus-size, Philomena Kwao juga menukuni bisnis konsultasi kesehatan bernama “The Lily Project”. Proyek ini didedikasikan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar kesehatan dan kecantikan yang sering ditanyakan oleh para wanita muda. Selain itu, Philomena juga aktif dalam mengampanyekan kesetaraan warna kulit dan segregasi ukuran tubuh.