15 Tips Traveling Bersama Anak-Anak Agar Liburan Keluarga Lebih Tenang

 

Photo Credit: Steven Coffey

Musim libur panjang kenaikan kelas adalah momen yang ditunggu oleh setiap keluarga yang memiliki anak kecil, karena inilah saat paling tepat untuk traveling bersama sekeluarga! Tentu ada kecemasan-kecemasan tersendiri saat bepergian dengan anak kecil – bagaimana jika mereka rewel, sakit, dan sebagainya? Supaya kamu nggak ikut uring-uringan, simak dulu artikel ini sebelum merencanakan liburan bersama si kecil!

 

  1. Jangan Bawa Barang Berlebihan

Ingat, jaman sekarang apapun bisa kita temukan dan beli di tempat tujuan. Meskipun mereknya berbeda, tapi yang penting fungsinya kan sama. Seperti misalnya popok. Kami yakin kamu nggak akan membawa bayi atau balita liburan ke tengah hutan, jadi pasti ke tempat yang memiliki fasilitas toko atau supermarket. Daripada bawa popok selusin dan menuh-menuhin koper, bawa seperlunya saja untuk di jalan. Sisanya bisa beli di tempat tujuan.

 

  1. Menginap di Hotel atau Villa?

Hotel memang memiliki keunggulan tersendiri dalam hal pelayanan, misalnya untuk urusan room service, restoran, hingga kids club. Selain praktis (bisa langsung sewa villa dengan beberapa kamar tidur untuk si kecil), di villa kamu juga bisa merasakan suasana seperti di rumah sendiri tanpa gangguan/mengganggu tamu lain.

 

Agar tak bingung, kamu bisa mencari berbagai pilihan kamar hotel dan villa murah serta nyaman dari ZEN Rooms untuk liburan keluarga di sini.

 

  1. Pilih Akomodasi yang Tidak Merepotkan

Photo: ZEN Villa Bunga Seminyak

Sebelum mulai memilih dan reservasi kamar untuk liburan bersama keluarga, coba cari tahu dulu apakah hotelnya berada di lokasi yang nyaman untuk anak-anak, apakah ada banyak tangga curam? Apa yang tampak seperti akomodasi sempurna buat orang dewasa, belum tentu akan dirasa sama oleh anak-anak.

 

  1. Tandai dan Awasi Mereka

Musim libur panjang sekolah, sudah pasti bukan cuma keluargamu saja yang ada di tempat tujuan, melainkan juga puluhan atau ratusan keluarga lain dengan anak-anak mereka. Untuk mengurangi kekhawatiran jika si kecil hilang di keramaian, ada beberapa cara yang bisa diterapkan: 1) Ajari mereka menghapal nama lengkap orang tua, dan kalau bisa nomor telepon atau tempat menginap. 2) Pasangkan gelang nama di lengan atau tas mereka. 3) Kenakan pakaian berwarna cerah agar mudah dipantau.

 

  1. Digendong atau Didorong?

Dilema ini kerap dihadapi orangtua yang bepergian bersama bayi atau balita. Jawabannya: tergantung ke mana kamu akan liburan. Apakah di sana tempat-tempatnya mudah dilalui stroller atau banyakan off road sehingga lebih mudah dengan tas gendongan? Kalau memikirkan kepraktisan, memang lebih enak bawa stroller, karena sekaligus bisa dijadikan tempat mereka jika ingin tidur dan beristirahat.

 

  1. Packing dengan Bijak

Kalau kamu bepergian menggunakan pesawat, pastikan agar ‘printilan’ yang kerap digunakan si kecil seperti popok, bedak, tisu basah, dot, camilan, dan satu atau dua pasang baju ganti tidak dimasukkan ke dalam bagasi. Bawa serta pula kantong plastik untuk menyimpan popok bekas atau baju kotor, mainan, dan juga bantal kecil agar dia bisa bobo nyaman di pesawat.

 

  1. Bawa Makanan Bayi

Beberapa bandara mengijinkan penumpang untuk membawa susu dan makanan bayi dalam wadah berukuran lebih dari 100ml. Petugas biasanya hanya akan membuka wadah untuk memeriksa isinya di pos pemeriksaan, namun tidak akan makan waktu lama sehingga makanan/minuman tersebut tidak terkontaminasi. Buat jaga-jaga, sebaiknya cari tahu dulu kebijakan perihal susu/makanan bayi di bandara tempat kamu akan berangkat nanti.

 

  1. Tentukan Waktu Berangkat yang Pas

Photo Credit: Hanson Lu

Jika pergi bersama anak kecil, sebaiknya pilihlah jadwal penerbangan/kereta di malam hari. Memang sih, terkadang tiket perjalanan malam sedikit lebih mahal, tapi kan akan menyenangkan semua orang kalau si kecil tidak berisik dan rewel serta bisa tidur nyenyak selama di perjalanan.

 

  1. Di Mana Harus Menyusui?

Apakah anak yang dibawa masih bergantung pada ASI? Kalau ya, cari tahu dulu apakah di tempat tujuan nanti menyusui di tempat umum dianggap sopan. Beberapa negara di Eropa atau Amerika biasanya cuek saja dengan pemandangan ibu menyusui, namun di negara atau kota lain hal tersebut dianggap tabu. Oleh karena itu, buat jaga-jaga, bawalah kain penutup ibu menyusui.

 

  1. Duduk di Mana?

Baik saat naik pesawat atau kereta, memilih tempat duduk ketika bepergian dengan anak kecil memerlukan trik khusus. Kalau memungkinkan, pilihlah tempat duduk dekat dari ujung pesawat atau gerbong kereta. Tujuannya, untuk memudahkan apabila harus bolak-balik ke kamar kecil. Plus jika si kecil rewel, maka lebih sedikit penumpang lain yang akan terganggu.

 

  1. Ajari Si Kecil

Apabila si kecil baru pertama kali bepergian atau naik pesawat, jelaskanlah kepada mereka segala sesuatunya. Misalnya, jelaskan mengapa mereka harus mengenakan sabuk pengaman dan duduk saat pesawat hendak lepas landas.

 

  1. Buat Mereka Tetap Sibuk

Apabila merencanakan perjalanan jauh dan panjang, siapkanlah berbagai amunisi agar si kecil tidak bosan dan rewel selama di jalan. Bawalah mainan-mainan yang membuat mereka tetap sibuk, seperti puzzle, buku mewarnai, atau game watch.

 

  1. Libatkan Mereka dalam Merencanakan Liburan

Bagi anak-anak yang berusia sedikit lebih dewasa, cara terbaik untuk membuat mereka tidak cemberut saat liburan adalah dengan melibatkan mereka pada saat merencanakan liburan. Misalnya, apa saja yang ingin mereka lakukan di sana, tempat-tempat apa saja yang ingin mereka lihat dan kunjungi, dan sebagainya. Mungkin kamu bakal mendengar ide-ide brilian dari mereka!

 

  1. Biarkan Anak-Anak Membawa Tas Sendiri

 

Bepergian dengan anak kecil, apalagi lebih dari satu tentu akan ekstra merepotkan. Apalagi setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Oleh karena itu berilah anak-anak tas ransel/koper mini untuk mereka bawa sendiri yang berisi barang-barang pribadi masing-masing. Selain melatih tanggung jawab, anak-anak sebenarnya suka kok dianggap sebagai “orang dewasa”.

 

  1. Jangan Panik dan Emosional

Dan terakhir, meskipun kita sudah merencanakan segalanya dengan baik, tak jarang rencana liburan kita bisa berantakan karena satu dan lain hal. Jika itu terjadi, janganlah panik atau senewen. Ingat, salah satu tujuan dari liburan keluarga adalah untuk mengisi waktu berkualitas bersama anak-anak. Kalau kamu senewen, bagaimanapun mereka akan merasakannya. Takutnya, sepulang dari situ mereka akan menganggap liburan keluarga itu bukanlah hal yang menyenangkan. So… just enjoy it!

Leave a Reply