4 Film Dokumenter yang Bakal Buat Kamu Lebih Cinta Indonesia

Sunrise Borobudur Temple Stupa in Yogyakarta, Java, Indonesia.
Photo Credit: ebookers.com 

Tidak peduli seberapa sering kamu mengeluhkan kondisi Indonesia, kamu tidak akan pernah bisa membenci negara satu ini. Berbagai kuliner lezat, keberagaman suku penduduknya, hingga kekayaan alamnya bakal membuat kamu selalu merindukan Indonesia. Melalui keempat film dokumenter berikut ini, rasa cinta kamu terhadap Indonesia pasti bertambah berkali-kali lipat!

Jalanan

1-jalananPhoto Credit: jalananmovie.com

Saat sedang melalui jalanan di kota tempat tinggal, kamu pasti pernah bertemu dengan pengamen, pedagang asongan, pengemis, dan lain sebagainya. Nah, sesuai namanya, film Jalanan menyuguhkan cerita tentang kehidupan jalanan kota Jakarta melalui tiga orang pengamen bernama Titi Juwariah, Bambang “Ho” Mulyono, dan Boni Putera.

Menariknya, proses pembuatan film ini berlangsung dari tahun 2006 hingga 2012. Danel Ziv, pembuat film Jalanan, mengumpulkan footage sebanyak 250 jam yang kemudian dirangkum menjadi sebuah film dokumenter berdurasi 107 menit. Setelah menonton film Jalanan, kamu pasti bakal menilai orang-orang yang tinggal di jalanan dengan pandangan berbeda.

Habibie dari Selokan Mataram

2-habibie-dari-selokan-mataram

Photo Credit: moonthree.wordpress.com

Kamu tentu mengenal B.J. Habibie yang beberapa kali berhasil membuat pesawat, kan? Ternyata Indonesia memiliki “Habibie” lain dari tanah Mataram, yakni M. Thoha, seorang pekerja percetakan yang memiliki keahlian pada bidang aeromodeling dan robotic. Bersama dengan komunitasnya yang bernama Seribu Bintang, Thoha menciptakan sebuah pesawat tanpa awak yang dilengkapi sistem navigasi dan Unmanned Aerial Vehicle (UAV).

Pesawat ciptaannya tersebut digunakan untuk kepentingan survei, riset, hingga mata-mata militer. Kisah beliau diadaptasi oleh Danang Cahyo Nugroho dan Dendi Pratama menjadi sebuah film dokumenter berjudul Habibie dari Selokan Mataram. Film satu ini berhasil menjadi salah satu finalis di Eagle Awards Documentary Competition 2010.

Epic Java

3-epic-javaPhoto Credit: youtube.com

Walaupun hanya berdurasi selama tiga puluh menit, Epic Java masih mampu memanjakan mata para penontonnya melalui pesona Pulau Jawa dari ujung timur hingga barat. Menerapkan konsep non naratif, film ini dibagi menjadi tiga tema utama, yakni Surya, Sakral, dan Priangan.

Apabila Surya fokus pada visualisasi alam di bagian timur Pulau Jawa seperti Kawah Ijen dan Pantai Klayar, maka Sakral mengangkat keindahan Jawa Tengah seperti Goa Rancang Kencono dan Air Terjun Sri Gethuk. Sedangkan Priangan menghadirkan pemandangan Green Canyon, Pantai Batununggal, dan video mapping “penghancuran” Gedung Sate di Bandung.

Hong

4-hongPhoto Credit: planetsains.com

Hong merupakan sebuah komunitas yang bertujuan untuk mengajak anak-anak kembali ke permainan tradisional. Nama Hong diambil dari kata singkat sama yang biasa diucapkan ketika sedang melakukan permainan petak umpet khas Jawa Barat. Sejak tahun 1998, Komunitas Hong berkeliling Indonesia untuk mencari tahu lebih jauh tentang berbagai permainan tradisional.

Akhirnya, Yoyo Sutarya dan Esa Hari Akbar mengangkat kisah Komunitas Hong ke dalam bentuk film dokumenter. Pada tahun 2010, film Hong berhasil memenangkan Eagle Award, yang saat itu mengangkat tema “Cerdas Indonesiaku”. Tema tersebut dinilai sangat pas dengan semangat Komunitas Hong.

Jadi, masih suka engeluh tentang kondisi bangsa Indonesia? Kamu hanya perlu menonton keempat film dokumenter di atas dan meningkatkan rasa cintamu terhadap negeri ini. Yuk, ajak teman-teman kamu sebanyak mungkin untuk menonton film-film dokumenter tersebut!

Leave a Reply