5 Negara Pengelola Sampah Terbaik di Dunia

Berbicara soal mengelola sampah, lima negara berikut ini sangat serius dalam mengelolanya dan memiliki sistem pengelolaan sampah terbaik yang layak dicontoh. Simak dan contoh cara mereka yuk!

Jepang

Negeri Matahari Terbit ini memang dikenal sebagai negara yang maju dengan etika bekerja masyarakatnya yang layak contoh. Tidak hanya itu, ternyata pengelolaan sampah di negara ini pun menjadi contoh yang patut untuk ditiru di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Di negara ini, masyarakat diajarkan untuk mandiri dalam pengelolaan sampah dan para penduduknya pun sudah memiliki kesadaran tinggi untuk tidak menumpuk sampah.

Negara ini memiliki sistem penyortiran sampah yang cukup rumit namun sangat membantu pengelolaan sampah di pusat. Tidak seperti negara kita yang menyatukan semua sampah, di Jepang kamu bahkan diharuskan untuk membuka plastik merek botol dan tutup botol sebelum membuang botol kosongan ke dalam tempat sampah. Plastik merek botol dan tutup botol juga dibuang di tempat terpisah. Tidak hanya itu, saat kamu datang ke restoran fast food, kamu juga diharuskan untuk membersihkan makananmu sendiri dengan membagi-bagi kertas, tempat minum, tutup tempat minum dan sedotan di tempat-tempat terpisah.

Jerman

Meski sampah yang dibuang di negara ini tidak bisa dikatakan sedikit bila dibandingkan dengan negara Eropa lainnya, namun Jerman mengelola lebih dari 65% limbah mereka dengan sempurna. Negara yang juga dikenal karena kehebatan bermain sepak bolanya ini pun memiliki pengaturan sampah yang hampir sama ribet-nya dengan Jepang. Meski tidak seheboh Jepang yang bahkan memiliki buku tebal untuk aturan pembuangan sampah, Jerman setidaknya memiliki 10 jenis tempat sampah yang tersebar di seluruh penjuru negara.

Estonia

Sebuah kiriman dibagikan oleh Tia Oksa (@tiaoxa) pada

Negara ini dikenal sebagai negara yang cukup memiliki nama di bidang pengelolaan sampah. Bagaimana tidak? Dengan jumlah sampah yang jauh lebih sedikit dari Jerman, negara ini mampu mengelola 40% lebih dari limbah dengan baik. Estonia juga dipuja sebagai negara yang bisa membuat sampah menjadi energi yang menjadi negara percontohan bagi negara-negara lainnya.

Swedia

Saking majunya, negara satu ini sampai dinyatakan kekurangan sampah. Jumlah sampah yang tak bisa didaur ulang di Eropa, rata-rata adalah 38% namun Swedia berhasil membuat angka tersebut menjadi hanya 1% saja. Karena begitu hebat dalam mengelola sampah, negara Skandinavia ini sampai menerima impor sampah untuk dikelola mereka. Luar biasa, ya! Bagi Swedia, impor sampah ini berguna untuk negaranya dan juga negara lain, mereka bisa semakin mengembangkan sistem pengelolaan sampah mereka dan negara lain bisa mengurangi jumlah sampah mereka.

Belanda

Kenangan buruk Belanda akan sampah sepertinya membuat negara ini bangkit dan memerangi sampah-sampah tersebut. Pasalnya, di abad 17 hingga 19, Belanda dikenal karena tingginya jumlah sampah yang tak dikelola, sampai-sampai banyak penduduknya yang terserang penyakit. Saat ini, Belanda sudah menerapkan sistem pembakaran sampah yang cukup modern sehingga pembakaran tersebut bisa dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik.

Leave a Reply