Asal Usul “April Mop”

April Mop atau di dalam bahasa Inggris disebut sebagai April Fools ini sudah menjadi tradisi tersendiri bagi masyarakat dunia, bahkan di Indonesia. Koran Jawa Pos, pernah membuat satu halaman penuh berisi kata-kata tak berurutan yang bikin pembaca harus detail membaca kata demi kata. Di luar negeri, Burger King bahkan pernah mengeluarkan burger edisi orang kidal. Aneh, kan? Walaupun begitu, ribuan orang tertipu untuk membeli burger edisi ini. Untuk kalian yang penasaran, kenapa seluruh dunia ini merayakan April Mop, sekarang ZEN akan sedikit menjelaskan asal-usulnya.

Dulu tahun baru dirayakan setiap tanggal 1 April

Pada zaman Romawi kuno, perayaan Tahun Baru dirayakan setiap tanggal 1 April. Ini dikarenakan pada tanggal itu adalah waktu pergantian antara musim dingin dan musim semi, yang biasa disebut dengan vernal equinox. Tapi pada tahun 1582, Paus saat itu Paus Grogorius XIII, mengganti tanggal Tahun Baru menjadi tanggal 1 Januari, bukan lagi 1 April.

Sebagian warga Eropa menerima gagasan Paus tersebut, tetapi ada juga yang tidak. Gagasan Paus ini kemudian dinamakan kalendar Gregorian. Prancis merupakan salah satu negara yang penduduknya banyak yang tidak menerima perubahan. Akhirnya terpecahlah dua kubu, yang merayakan Tahun Baru tanggal 1 April, dan yang merayakan tanggal 1 Januari. Karena kalah jumlah, pendukung tanggal 1 Januari ini berhasil mengolok-olok dan membuat lelucon kepada orang pendukung 1 April. Dari situ sebutan April Fools muncul dan bertahan sampai sekarang.

A post shared by MartinHu (@tincho.hu) on

Badut yang menjadi raja Romawi

Pada saat pemerintahan Raja Constantine 272 sebelum masehi, sang raja terkenal sebagai pecinta hiburan. Berbagai hiburan digalakkan di sekitaran kekaisaran Romawi, termasuk badut-badut. Dulu, badut bertugas untuk menghibur bangsawan. Nah, Raja Constantine ini terpingkal-pingkal mendengar lelucon dari sang badut yang mengatakan jika ia bisa memerintah kekaisaran Romawi lebih baik dari sang raja. Tak disangka, Raja Constantine ini malah mempersilahkan para badut untuk menjadi raja, pada tanggal 1 April.

Setelah itu, setiap tahun pada tanggal 1 April para badut menjadi raja sehari. Dari situlah, istilah April Fools muncul dan dirayakan sampai sekarang. Dari kisah Raja Constantine terlihat bahwa seorang raja pun bisa memiliki rasa humor.

Di Belanda, tanggal 1 April adalah hal sakral

Pada tahun 1572, kekaisaran Belanda sedang berjuang memperebutkan wilayah Eropa. Ketika itu, perang melawan kekaisaran Spanyol (yang menguasai hampir seluruh Eropa) terjadi di Brielle, bagian selatan Belanda. Tak disangka, kekaisaran Spanyol takluk di Brielle. Para rakyat Belanda merayakan kemenangan itu dengan mengolok-olok Raja Spanyol dan hingga sekarang, tanggal 1 April jadi tanggal sakral bagi warga Belanda.

Leave a Reply