Kebiasaan Khas Bulan Ramadan

An Indian Muslim devotee prepares food prior to breaking fast on the Islamic holy month of Ramadan at the Jama-e-Masjid Aiwan in Hyderabad on June 22, 2015. Muslims around the world are celebrating Eid al-Fitr marking the end of the holy month of Ramadan during which followers are required to abstain from food, drink and sex from dawn to dusk. AFP PHOTO/NOAH SEELAM

Mayoritas umat islam selalu merasa rindu dengan hadirnya Ramadan. Rasa lapar dan haus yang dirasakan saat berpuasa mungkin sesekali membuat Anda mengeluh, namun ada beberapa kebiasaan khas Ramadan yang membuat umat islam tetap menantikan kehadiran bulan tersebut. Entah bagaimana dengan negara-negara lain, namun Anda akan selalu menemukan kebiasaan-kebiasaan khas bulan Ramadan berikut ini jika berpuasa di Indonesia.

Ziarah

Sejumlah warga memanjatkan doa saat berziarah di TPU Karet Bivak, Jakarta, Jumat (27/6). Mendekati Bulan Suci Ramadhan para peziarah memanjatkan doa bagi keluarga serta kerabat mereka yang telah meninggal dunia. Sudah menjadi tradisi bagi sejumlah warga untuk berziarah ke makam keluarga atau kerabat untuk mendoakan mereka. FORUM/Arief Manurung

Kebiasaan satu ini kerap disebut sebagai nyekar atau nyadran. Umumnya, ziarah dilakukan oleh masyarakat Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta ketika menjelang bulan Ramadan tiba. Ada pula beberapa orang yang melakukan tradisi ziarah sebelum lebaran. Mereka akan mengunjungi makam keluarga dan membaca doa di sana. Menariknya, ternyata tradisi ziarah ini telah dilakukan sejak zaman Wali Songo, sebagai bentuk akulturasi islam dengan budaya Jawa yang masih terpengaruh animisme. Apakah Anda juga melakukan tradisi ziarah sebelum Ramadan?

Munggahan

2. Munggahan

Photo Credit: dailymoslem.com

Sehari sebelum puasa, biasanya Anda akan menerima banyak pesan masuk dari banyak kerabat dan teman. Mereka meminta permohonan maaf agar ibadah puasa saat bulan Ramadan nanti bisa lebih lancar. Kira-kira mirip seperti itulah tradisi munggahan ini. Beberapa orang akan berkumpul bersama keluarga untuk saling bermaafan, melakukan kegiatan bersih-bersih rumah, hingga menyiapkan hidangan spesial untuk menu sahur dan buka puasa bersama. Umumnya, tradisi munggahan ini dilakukan oleh masyarakat Jawa Barat, khususnya Sunda.

Sahur on the Road

3. Sahur on the Road

Photo Credit: 2.bp.blogspot.com

Ramadan adalah saat yang tepat untuk meningkatkan ibadah, itulah mengapa para umat islam memanfaatkannya untuk mengadakan berbagai kegiatan sosial, salah satunya adalah Sahur on the Road (SOTR). Kebiasaan satu ini bahkan sepertinya sudah menjadi tren ketika Ramadan. Saat SOTR, orang-orang akan berkeliling pada dini hari untuk membagi makanan atau nasi bungkus bagi mereka yang membutuhkan, mulai dari tukang becak, pengamen, anak-anak kecil, dan banyak lainnya. Ada pula beberapa orang yang juga ikut bergabung melakukan santap sahur bersama para penerima makanan SOTR tersebut.

Ngabuburit

4. Ngabuburit

Photo Credit: 2.bp.blogspot.com

Tahukan Anda bahwa ternyata ngabuburit berasal dari Bahasa Sunda? Kata tersebut memiliki arti “menunggu senja”. Seiring berjalannya waktu, kata ngabuburit justru jadi populer digunakan saat Ramadan, yakni mengacu pada aktivitas yang Anda lakukan ketika menunggu waktu berbuka puasa. Sebenarnya, ngabuburit tidak jauh berbeda dari aktivitas-aktivitas yang Anda lakukan pada waktu lain, hanya saja penggunaannya sengaja dipaskan dengan Ramadan. Ngabuburit juga identik dengan aktivitas jalan-jalan di luar rumah bersama teman-teman atau keluarga.

Buka Puasa Bersama

5. Buka Puasa Bersama

Photo Credit: en.people.cn

Sudah lama tidak bertemu dengan teman-teman dari zaman sekolah dulu? Siap-siap kosongkan jadwal karena pada Ramadan inilah Anda akan menerima banyak undangan berbuka puasa bersama sekaligus reuni dengan teman-teman. Belum lagi pihak keluarga yang pasti juga akan mengagendakan acara buka bersama. Mayoritas acara buka puasa bersama diadakan di luar rumah, seperti mall atau kafe, jadi bisa sekaligus nongkrong dan cuci mata. Jangan kaget jika Anda pergi ke mall saat bulan Ramadan dan mendapati riuhnya suasana menjelang waktu berbuka puasa.

Bermain Petasan

6. Petasan

Photo Credit: img.okezone.com

Kebiasaan khas bulan Ramadan satu ini biasanya dilakukan oleh anak-anak kecil setelah melakukan ibadah tarawih di masjid. Ada pula dari mereka yang akan membawa kembang api agar suasana semakin marak. Padahal, sebenarnya penjualan petasan telah dilarang, tapi barang tersebut justru semakin mudah ditemukan ketika Ramadan. Meski mungkin cenderung berbahaya, bermain petasan inilah yang menambah kemeriahan suasana Ramadan. Namun, tidak ada salahnya jika Anda memperingatkan orang-orang yang bermain petasan untuk lebih berhati-hati. Jangan sampai petasan mereka meledak dan melukai orang lain.

Tidak heran jika umat islam selalu menyambut bulan Ramadan dengan suka cita. Beberapa kebiasaan khas di atas membuktikan bahwa Ramadan memang merupakan bulan yang spesial. Terlepas dari kebiasaan-kebiasaan tersebut, jangan lupa untuk tetap fokus menjalankan ibadah puasa agar lapar dan haus yang Anda rasakan tidak akan sia-sia. Selamat datang, Ramadan!

 

Leave a Reply