Ngabuburit Asik di Yogyakarta

HeaderHeader: citraceritajogja.wordpress.com

Apakah ada di antara Anda yang menghabiskan Bulan Ramadan di Yogyakarta? Mengitari Jalan Malioboro menjelang waktu berbuka puasa memang seru, tapi ternyata Yogyakarta memiliki banyak spot lain yang tidak kalah asyik untuk dijadikan tempat ngabuburit. Beberapa di antaranya bahkan sudah menjadi legend di kalangan masyarakat Yogyakarta.

Lembah UGM

1. Lembah UGM

Photo Credit: daerah.sindonews.com

Berdiri sejak tahun 1990-an, lembah UGM bisa dibilang menjadi awal tumbuhnya spot-spot ngabuburit di Yogyakarta. Dulunya, spot ngabuburit di UGM dibuka di kawasan bunderan UGM dan sepanjang Jalan Kaliurang. Lokasi tersebut didominasi oleh para mahasiswa UGM yang menjual makanan dan minuman ringan untuk berbuka puasa. Seiring dengan berjalannya waktu, spot ngabuburit di kompleks UGM pun pindah ke kawasan lembah UGM. Lokasinya yang dekat dengan masjid kampus UGM memudahkan para pengunjung untuk segera salat Maghrib sesaat setelah berbuka puasa. Hingga kini, lembah UGM masih didominasi oleh anak muda yang semakin kreatif menjual produk-produknya. Beberapa di antaranya yang akan Anda temukan adalah sosis bakar Jerman, roti cane khas India, kimbab ala Korea, dan lain sebagainya.

Kampung Ramadan Jogokaryan

2. Kampung Ramadan Jogokaryan

Photo Credit: saisane.com

Kampung Ramadan Jogokaryan hanya muncul ketika Bulan Ramadan. Meskipun bukan yang pertama kali hadir, bisa dikatakan bahwa Kampung Ramadan Jogokaryan menjadi spot ngabuburit paling favorit di Yogyakarta. Berbagai jenis makanan bisa Anda temukan di sini, mulai dari jajan pasar Indonesia hingga bento khas Jepang. Tidak hanya kuliner, ada cukup banyak penjual pakaian muslim dan keperluan ibadah di Kampung Ramadan Jogokaryan ini. Anda bisa sekalian mulai belanja untuk keperluan lebaran nanti. Menariknya, Kampung Ramadan Jogokaryan juga kerap mengadakan berbagai kegiatan religi yang menarik, salah satunya adalah lomba adzan untuk tingkat Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Jalur Gaza

3. Jalur Gaza

Photo Credit: eatjogja.com

Tenang, spot ngabuburit satu ini tidak merujuk pada Jalur Gaza di Timur Tengah sana. Jalur Gaza yang ada di Yogyakarta ini merupakan singkatan dari Jajanan Lauk, Sayur, Gubuk Ashar Zerba Ada. Lokasinya berada di sekitar Masjid Mutohirin, tepatnya di sepanjang Jalan Sorogenen. Setiap penjual menjajakan produknya di dalam gubuk. Dari mulai takjil hingga makanan berat, Anda bisa menemukannya di Jalur Gaza. Salah satu yang menjadi favorit pengunjung adalah kue corobikang original. Kemeriahan Jalur Gaza dilengkapi dengan acara-acara live music, buka bersama, penyantunan anak yatim piatu, dan pengajian akbar.

Kampung Ramadan Kauman

4. Kampung Ramadan Kauman

Photo Credit: tulisan-ringan.com

Kauman merupakan salah satu kawasan legendaris di Yogyakarta. Di salah satu gangnya, Kampung Ramadan Kauman tidak pernah absen memeriahkan Bulan Ramadan. Kabarnya, spot ngabuburit ini merupakan kampung Ramadan tertua yang diselenggarakan di Yogyakarta, tepatnya sejak tahun 1973. Kauman memang merupakan pemukiman tua dengan arsitektur kampung yang masih didominasi bangunan-bangunan lawas, jadi Anda akan merasakan suasana tempo dulu ketika berkunjung ke sana. Dari sekian banyak makanan yang dijajakan, kicak menjadi kuliner yang paling dicari karena hanya muncul saat Ramadan. Kicak terbuat dari ketan, gula, parutan kelapa, dan irisan nangka. Ada pula setup jambu yang konon merupakan salah satu minuman favorit Sultan Hamengkubuwono IX dan X.

Alun-Alun Kidul Yogyakarta

night at alun alun
Photo Credit: yogyakarta.panduanwisata.id

Selain Jalan Malioboro, Alun-Alun Kidul juga menjadi landmark kebanggaan Kota Yogyakarta. Areanya tampak rimbun dengan berbagai pohon yang terdapat di sana. Pantas saja jika Alun-Alun Kidul tidak pernah sepi pengunjung. Alun-Alun Kidul terkenal dengan dua pohon beringin yang dijuluki sebagai Beringin Kembar. Anda bisa mencoba melakukan tradisi masangin, yakni berjalan di antara Beringin Kembar dengan mata tertutup kain. Sambil menunggu berbuka puasa, Anda juga bisa menyewa sepeda hias yang bisa ditumpangi beramai-ramai. Makanan yang banyak dijual di Alun-Alun Kidul adalah wedang ronde dan kacang rebus.

Masjid Gedhe Kauman

6. Masjid Gedhe Kauman

Photo Credit: masjidgedhe.or.id

Dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I, Masjid Gedhe Kauman menjadi masjid tertua di Yogyakarta. Jika sedang tidak ingin mengunjungi tempat-tempat ramai untuk ngabuburit, Masjid Gedhe Kauman adalah destinasi yang tepat. Setiap hari, takmir masjid menyediakan ratusan porsi takjil bagi orang-orang yang berbuka di sana. Namun, khusus hari Kamis, menu berbuka puasa berubah menjadi gulai kambing. Nah, sambil menunggu waktu berbuka puasa, Anda bisa membaca Al-Quran, berdzikir, atau melakukan diskusi keagamaan.

Itulah beberapa spot ngabuburit asyik yang ada di Yogyakarta. Semoga bisa menjadi referensi bagi Anda yang masih bingung mencari tempat ngabuburit. Jangan lupa mengajak teman-teman atau keluarga agar kegiatan ngabuburit Anda semakin terasa mengasyikkan.

Leave a Reply