Sejarah Singkat Filateli

Ada perbedaan besar arti dari filateli di Indonesia dan di dunia. Jika di Indonesia arti dari filateli adalah orang yang mengumpulkan prangko, maka di dunia, arti dari filateli adalah orang yang mempelajari secara detail dari prangko itu sendiri. Sefi A. J. dalam bukunya yang berjudul An Introduction to Advanced Philately mengatakan bahwa seorang filatelis akan mengamati secara detail jenis prangko, gambar, bahan sampai lem yang digunakan pada setiap prangko. Simak sejarah filateli berikut yang menarik untuk dikulik.

The most important reason for going from one place to another is to see what's in between …

A post shared by Patrick Dea (@edelweiss_post) on

Sejarah Prangko

Tidak afdhol jika kita membahas filateli tetapi tidak membahas prangko itu sendiri. Prangko atau dalam bahasa Inggris disebut stamp ini pertama kali ditemukan pada tahun 1837. Ketika itu di Inggris sedang ramai-ramainya orang mengirimkan surat, pengirim surat tidak perlu membayar biaya mengantar, yang membayar adalah sang penerima. Karena setiap tahun harga pengiriman selalu naik, sang pengirim surat mengakali dengan membuat β€œkode” tertentu. Jadi sang penerima cukup membaca kata di halaman depan surat dan berkilah tidak punya uang.

Sir Rowland Hill, bangsawan melihat kejadian tersebut dan langsung mempunyai gagasan cerdas. Setiap mengirimkan surat, sang pengirim harus membeli stamp atau prangko. Ide dari Sir Rowland ini langsung menyebar luas di seluruh daratan Inggris dan Eropa.

One of my favorite. Journey to the West. China. 2015. #stampcollection #stampcollecting #philately #stamp #stamps

A post shared by Mitch (@postcrossingmitch) on

Prangko Pertama

Gambar prangko pertama adalah wajah Ratu Victoria. Karena dulu masih belum musim tinta berwarna, maka gambar prangko ini hitam pertama ini pun dijuluki The Penny Black. Jika kamu tertarik untuk membeli The Penny Black, kamu harus merogoh kocek GBP10 ribu atau sekitar Rp165 juta.

Pengumpul dan Peneliti Prangko Pertama di Dunia

Pengumpul dan peneliti prangko pertama adalah John Edward Gray. John adalah seorang penjaga museum dan tertarik mengumpulkan prangko yang ada di seluruh Inggris Raya. Tidak hanya menjadi pengumpul prangko pertama, John juga meneliti jenis prangko. Ia melihat ternyata di setiap prangko yang muncul ada perbedaan yang unik. Mulai dari cara pembuatan, bentuk, gambar, jenis lem sampai jenis tinta yang digunakan.

Stanley Gibbons melihat ada celah bisnis dari orang yang senang mengumpulkan prangko. Dirinya membuat album yang mempunyai manfaat untuk meletakkan prangko. Album prangko ini meledak di pasaran sekitar tahun 1880an.

Filateli di Indonesia

Berkembangnya filateli di Indonesia tidak lepas dari pemerintah kolonial Hindia Belanda yang membuat prangko sebagai piranti wajib mengirimkan surat. Gambar prangko pada waktu zaman Hindia Belanda ini didominasi oleh wajah para petinggi Belanda. Prangko pertama di Indonesia muncul pada 1 April 1864.

Perkumpulan filatelis Indonesia pertama adalah Postzegelverzamelaars Club Batavia yang didirikan pada tahun 1922. Setelah zaman penjajahan, kelompok tersebut berganti nama menjadi Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI) yang masih eksis sampai sekarang.

Walaupun sekarang era teknologi semakin menggerogoti fungsi dari prangko, para filatelis Indonesia masih terus berkarya. Pada tahun 2016 lalu, 14 filatelis Indonesia berhasil mendapatkan medali untuk Indonesia dalam ajang World Stamp Championship Exhibition di Hong Kong.

Leave a Reply