Tempat Kuliner Geng Cinta di AADC2

 644xauto-12-lokasi-unik-ini-dipakai-syuting-aadc-2-1605033-57286b8cda61c-rev1

Sudah menonton film Ada Apa dengan Cinta 2 (AADC 2)? Sejak dirilis pada tanggal 28 April 2016 lalu, hingga kini jumlah penontonnya telah mencapai lebih dari satu juta. Dari yang awalnya penasaran dengan kisah kelanjutan Cinta dan Rangga, penonton juga dibuat terkesima dengan sisi lain Yogyakarta yang ditampilkan pada AADC2.

Dari berbagai lokasi yang dipilih untuk syuting, ada beberapa destinasi kuliner yang dikunjungi oleh Cinta dan gengnya. Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa Yogyakarta memiliki segudang opsi kuliner lezat, namun beberapa kuliner di bawah ini pasti akan membuat Anda ingin segera mengikuti jejak Cinta dan kawan-kawan.

Via-Via Restaurant & Bakery

1. Via-Via Restaurant & Bakery

Photo Credit: 3.bp.blogspot.com

Pada film AADC 2, Via-Via Restaurant & Bakery menjadi lokasi yang dipilih ketika tokoh Milly dan Karmen melihat Rangga untuk pertama kalinya. Terletak di Jalan Manukan, Brontokusuman, Mergangsan, Yogyakarta, bangunan dari Via-Via Restaurant terpisah dari bagian bakery-nya, jadi Anda dapat lebih leluasa untuk memilih menu yang disajikan di sana.

Sebagian besar proses memasak menu-menu yang ditawarkan di sini menggunakan bahan-bahan organik. Mereka tidak pernah menggunakan Mono Sodium Glutamate. Seluruh sayur dan buah dicuci di dalam air mendidih. Sedangkan, untuk bakery, Via-Via juga menyediakan cukup banyak varian, mulai dari cheesecake, crème brulee, hingga kue tart.

Lokal Resto

2. Lokal Resto

Photo Credit: anggialfonso.com

Pernah mendengar tentang Lokal Hotel? Lokasi dari Lokal Resto terletak persis di depan bangunan hotel tersebut, yakni di Jalan Jembatan Merah nomor 104C, Yogyakarta. Sejak berdiri pada tanggal 5 Februari 2014, Lokal Resto selalu berusaha untuk menggunakan bahan-bahan lokal dalam memasak berbagai menu mereka meskipun juga ada beberapa menu western di sana.

Salah satu daya tarik Lokal Resto terletak pada desain interior yang begitu colorful, dengan keramik dari Kandura Studio yang memang didesain khusus untuk resto tersebut. Tidak heran jika tempat ini juga muncul pada film AADC 2. Jika Anda tertarik mengunjunginya, Lokal Resto buka pukul 06.30-23.00 setiap hari Senin-Kamis. Dan 06.30-01.00 untuk hari Jumat-Minggu.

Sellie Coffee

3. Sellie Coffee

Photo Credit: static.panoramio.com

“Rangga, apa yang kamu lakukan ke saya itu…. jahat.”

Masih ingat dengan secuil perkataan Cinta kepada Rangga yang juga muncul pada trailer film AADC2 tersebut? Di Sellie Coffee inilah adegan tersebut diambil. Meskipun keseluruhan desain interiornya terkesan jadul, kedai kopi satu ini justru menjadi salah satu yang paling populer di kalangan anak muda Yogyakarta. Harga menu yang ditawarkan pun tidak begitu mahal.

Mayoritas menu yang ditawarkan dapat dibilang cukup sederhana, seperti singkong goreng, jamur crispy, pisang bakar, dan berbagai jajanan lainnya. Sebagai minuman utama, Sellie Coffee mengutamakan jenis kopi yang berasal dari Indonesia. Tertarik mengunjunginya? Langsung saja datang ke Jalan Geriliya No. 882, Prawirotaman II.

Sate Klatak Pak Bari

4. Sate Klatak Pak Bari

Photo Credit: sonofmountmalang.files.wordpress.com

Yogyakarta memang identik dengan gudeg sebagai kuliner khasnya. Tapi tahukah Anda bahwa gudeg bukan satu-satunya makanan enak yang bisa kita nikmati di sana? Jika sempat, cobalah datang ke kawasan Pasar Jejeran, Wonokromo, Pleret, Bantul. Anda akan menemukan warung Sate Klatak Pak Bari yang namanya sudah cukup populer di kalangan pecinta kuliner nusantara.

Menu utama dari Sate Klatak Pak Bari adalah sate kambing yang dibakar di atas batu bara. Bedanya, tusuk sate yang digunakan terbuat dari jeruji besi sepeda. Bumbunya pun tidak menggunakan sambal kacang, melainkan hanya garam dan merica. Konon, “Klatak” dipilih sebagai nama warung karena timbulnya bunyi “klatak, klatak” ketika sate kambing sedang dibakar.

Restoran Bu Ageng

5. Restoran Bu Ageng

Photo Credit: jogjavacation.com

Anda tentu sudah tidak asing dengan sosok Butet Kertaradjasa, bukan? Selain seniman dan budayawan terkenal, Butet juga memiliki bisnis kuliner sebagai pemilik dari Restoran Bu Ageng ini. Jadi, jangan kaget jika saat mengunjungi Restoran Bu Ageng, Anda akan bertemu dengan Butet. Didirikan pada tahun 2011, Butet memilih menu-menu tradisional untuk mengobati rasa penasaran pengunjung terhadap kelezatan menu Jawa.

Terlebih, mayoritas masakannya pun tidak jauh dari nuansa “rumahan”, seperti nasi pecel, bubur jagung, lidah ala semur, ayam suwiran, terik daging, es cincau, dan lain sebagainya. Menariknya, jika melihat koleksi foto yang dipajang di Restoran Bu Ageng, Anda akan menemukan sosok Mark Zuckerberg di sana. Ya, CEO dari Facebook tersebut memang pernah makan siang di Restoran Bu Ageng. Jika tertarik untuk mengunjunginya, restoran ini terletak di Jalan Tirtodipuran 13, Yogyakarta.

Klinik Kopi

6. Klinik Kopi

Photo Credit: klinikkopi.files.wordpress.com

Lebih dari sekadar kedai kopi, Klinik Kopi benar-benar dapat memberikan pengalaman baru bagi Anda dalam menikmati kopi. Berdiri sejak bulan Juli 2013, Klinik Kopi selalu memilih biji kopi terbaik dari seluruh Indonesia. Mereka bahkan bekerja sama dengan beberapa petani kopi lokal agar dapat mengerti bagaimana proses produksi berjalan. Dengan begitu, Klinik Kopi dapat selalu meningkatkan kualitas kopi mereka.

Pepeng adalah sosok di balik berdirinya Klinik Kopi ini. Dia adalah barista yang mengobrol dengan Cinta dan Rangga di film AADC 2. Sehari-harinya, Pepeng turut terjun ke dapur untuk meracik kopi bagi para pengunjung. Anda bahkan dapat menyaksikan proses pembuatannya sambil mengajak Pepeng mengobrol tentang kopi. Klinik Kopi terletak di Jalan Kaliurang KM 75, Yogyakarta.

Kini, tidak ada lagi alasan untuk bingung menentukan destinasi kuliner ketika berkunjung ke Yogyakarta. Cinta dan kawan-kawan sudah memberi Anda rekomendasi yang bagus untuk dikunjungi melalui film AADC 2. Jadi, sambil menikmati sajian kuliner, Anda bisa sekaligus bernostalgia dengan kisah Cinta dan kawan-kawannya. Selamat berburu kuliner lezat!

Leave a Reply