Tips Menjaga Kesehatan Saat Puasa

ORG XMIT: NYLS401 CORRECTS WORDING TO HOLY MONTH INSTEAD OF HOLIDAY. This Wednesday, July 20, 2011 photo shows personal trainer Mubarakah Ibrahim as she works with clients in her early morning boot camp class in New Haven, Conn. Ibrahim, who is Muslim, is planning on re-arranging her training schedule to mostly mornings during Ramadan when she has the most energy.  The Muslim holy month of Ramadan falls during the long, hot days of August this year, and Muslim Americans are getting ready to accommodate the daylight fasts required during Ramadan with adjustments in their schedules and eating habits.     (AP Photo/Jessica Hill)

Saat Ramadan, umat muslim diwajibkan untuk berpuasa selama kurang lebih empat belas jam. Secara alamiah, tubuh akan menjadi lemas karena tidak adanya asupan energi pada siang hari. Akibatnya, kesehatan tubuh bisa lebih rentan terganggu. Tidak hanya ibadah puasa yang terancam batal, aktivitas sehari-hari pun bisa ikut terdistraksi. Agar hal tersebut tidak terjadi, Anda bisa langsung menyimak tips menjaga kesehatan saat puasa berikut ini.

Jangan Pernah Tinggalkan Sahur

1. Jangan Pernah Tinggalkan Sahur

Photo Credit: photozeal.com

Selama empat belas jam, Anda tidak diperbolehkan untuk makan dan minum apapun. Sahur menjadi ritual penting yang tidak boleh Anda tinggalkan selama puasa Ramadan. Ibaratnya, makanan dan minuman yang Anda konsumsi saat sahur akan menjadi bahan bakar mesin tubuh Anda hingga adzan Maghrib berkumandang. Karenanya, pilihlah “bahan bakar” berkualitas baik. Makanlah menu sahur yang memiliki kandungan protein tinggi dan kaya karbohidrat, seperti nasi atau umbi-umbian. Lengkapi juga dengan buah, sayur, dan asupan vitamin untuk menambah kekuatan tubuh. Hindari makanan yang terlalu manis, berlemak, maupun yang menggunakan banyak penyedap rasa. Utamakan untuk makan sahur saat mendekati waktu imsak.

Makan Secara Bertahap

2. Makan Secara Bertahap

Photo Credit: myciin.com

Seharian menahan lapar dan haus tentu membuat Anda ingin menyantap segala jenis makanan dan minuman yang tersedia di hadapan. Namun, hal tersebut bukanlah alasan untuk mengumbar nafsu. Penuhi kebutuhan karbohidrat sebanyak 50%-60%, protein sebanyak 10%-20%, dan lemak sebanyak 20%-25%. Begitu mendengar adzan Maghrib, jangan langsung mengisi perut dengan makanan berat. Mulailah dulu dengan makanan atau minuman ringan yang manis seperti kurma atau kolak. Makanan manis mengandung karbohidrat sederhana yang mudah diserap dan mampu menaikkan kadar gula darah dengan cepat. Baru setelah menunaikan salat Maghrib, makanlah makanan pelengkap yang terdiri dari menu 4 sehat 5 sempurna.

Rutin Melakukan Olahraga Ringan

3. Rutin Melakukan Olahraga Ringan

Photo Credit: medias24.com

Saat menjalankan puasa, wajar apabila Anda merasa lebih sering lemas dan mengantuk daripada biasanya. Meski begitu, hal tersebut bukanlah alasan untuk tidak tetap berolahraga. Justru olahraga inilah yang akan membuat sel-sel tubuh Anda aktif sehingga rasa malas akan menjauh. Metabolisme tubuh Anda pun tetap terjaga. Tetapi, batasi porsi olahraga Anda selama Ramadan. Tidak perlu melakukan olahraga-olahraga berat, Anda bisa berjalan kaki atau bersepeda mengitari kompleks perumahan selama enam puluh hingga sembilan puluh menit. Anda bisa melakukannya sesaat sebelum buka puasa ataupun setelah selesai melakukan ibadah salat tarawih. Jangan langsung berolahraga setelah buka puasa karena akan membuat perut Anda terasa tidak enak.

 Mengatur Waktu Tidur yang Cukup

4. Mengatur Waktu Tidur yang CukupPhoto Credit: scottmhaley.com

Karena harus bangun untuk sahur, mau tidak mau jadwal tidur Anda harus melakukan penyesuaian. Agar tetap mendapatkan waktu tidur yang cukup, usahakan untuk memulai tidur lebih awal dari biasanya, maksimal pada pukul 22.00. Tidur yang cukup akan membuat Anda lebih segar dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Saat kerja, sempatkan diri untuk beristirahat selama tiga puluh menit. Sambil menunaikan ibadah salat Dzuhur, Anda bisa merebahkan diri sejenak untuk mengumpulkan energi. Aktivitas satu ini juga biasa disebut dengan power nap, yang terbukti mampu memulihkan stamina dan membuat tubuh Anda menjadi jauh lebih segar ketika bangun nanti.

Berkonsultasi ke Dokter

5. Berkonsultasi ke DokterPhoto Credit: tampacardio.com

Anda memiliki riwayat penyakit tertentu? Sebaiknya, Anda segera berkonsultasi ke dokter. Jelaskan keluhan Anda agar dokter dapat membantu Anda menyusun pola makan yang sesuai dengan aktivitas puasa Ramadan Anda. Jangan lupa untuk menanyakan waktu yang tepat untuk meminum obat atau multivitamin. Tidak ketinggalan jenis olahraga yang boleh Anda lakukan selama berpuasa tanpa berisiko terhadap kesehatan tubuh Anda.

Selain kelima tips di atas, pastikan pula bahwa Anda telah memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh. Usahakan untuk selalu meminum delapan gelas air mineral sehari, yang dibagi menjadi beberapa gelas untuk buka puasa, malam hari, dan sahur. Selamat menjalankan ibadah puasa!

Leave a Reply